KITAB YANG TAK DIJILID
Sajak-sajak Walidha Tanjung Fileski
__________________________________________________________
KESABARAN BATU
Kesabaran bukan menunggu
ia adalah batu basalt
yang terus digerus hujan
di lereng Alpen,
tanpa mengeluh menjadi pasir.
Penderitaan duduk
seperti bangku tua di Pompei,
diam,
menyimpan abu
belum dingin.
Iman berjalan tertatih
di bawah langit Reykjavik,
seperti cahaya aurora
yang sabar menunggu malam
agar bisa terlihat.
Aku belajar tabah
dari akar ek tua di Black Forest
yang tetap memeluk tanah
meski gergaji berdoa
atas namanya.
Kesabaran adalah iman
yang tidak berteriak,
hanya bertahan
seperti mata air
yang pura-pura lupa
pernah diinjak.
2025
Kitab Yang Tak Dijilid
Ilmu bukan milik perpustakaan,
ia berceceran
di trotoar Cambridge,
di serpih debu Chalk Cliff Dover.
Akal adalah lentera
yang sering padam
angin kesombongan,
tetap dinyalakan ulang
oleh rasa ingin tahu.
Kebijaksanaan tidak lahir
dari tumpukan data,
dari jeda—
seperti sunyi di antara dua gelombang
Sungai Elbe.
Manusia membaca semesta
dengan alfabet rapuh,
menafsir bintang
seperti membaca doa
dengan tangan gemetar.
Ilmu yang tidak disertai hikmah
adalah pisau
tanpa gagang,
tajam,
dan melukai pemiliknya.
2025
Zaman Akhir
Kiamat tidak meledak,
ia menetes—
seperti es yang mencair
di puncak Mont Blanc.
Akhir zaman
berjalan santai
di Broadway,
menyamar sebagai hiburan
dan berita sore.
Langit retak
bukan oleh terompet malaikat,
melainkan oleh asap pabrik
yang terlalu lama disepakati.
Kehancuran
selalu membawa benih,
seperti tanah vulkanik Napoli
yang subur setelah murka.
Dunia runtuh
bukan untuk diakhiri,
untuk diuji
apakah manusia layak
membangun ulang
dengan ingatan.
2025
Epistemologi Moksa
Menanggalkan ego
seperti mantel musim dingin
di Champs-Élysées,
dinginnya tetap terasa.
Moksa penyucian jiwa
bukan pencucian dosa,
keberanian
menatap cermin
tanpa menyunting bayangan.
Kesadaran muncul
seperti matahari malu-malu
di balik kabut Edinburgh,
pelan,
tak terbantahkan.
Nafas dikikis
seperti batu karang
sabar dipahat ombak,
berulang,
tak ada ambisi.
Dan akhirnya mengerti:
yang harus diselamatkan
bukan dunia,
melainkan diri
terlalu lama
mengira dirinya
sebagai pusat semesta.
2025
Para Naga
Para Naga bersaudara
di atas peta,
saling menikam
di lorong-lorong sejarah.
Perdamaian sering diucapkan
seperti slogan di Times Square,
terang,
cepat berganti.
Aku melihat tangan-tangan
berbeda warna
bertemu di Sungai Tiber,
airnya keruh,
tetap mengalir.
Kekerasan tumbuh
karena kita lupa
bahwa darah
tidak pernah memilih bahasa.
Persaudaraan bukan janji,
ia pekerjaan berat
yang harus dikerjakan
setiap hari,
tanpa tepuk tangan,
tanpa monumen.
2025
—————————————————–
BIODATA
Fileski atau Walidha Tanjung Files, lahir di Madiun, 21 Februari 1988, adalah penulis, musikus, penyair, dan pendidik Seni Budaya di SMAN 2 Madiun. Karyanya berupa puisi, prosa, dan esai telah dimuat di berbagai media nasional. Beberapa penghargaan yang diraih, antara lain Anugerah Hescom e-Sastera Malaysia, Gempita Awards, Undagi Balai Bahasa Jawa Timur 2026 dan Guru Penulis dalam Peta Sastra Kebangsaan 2024 dari Salihara, Jakarta. Aktif menulis puisi, esai, cerpen, novel, dan penggerak literasi, ia juga founder Negeri Kertas serta tim devisi pengembang SDM di Forum TBM Jawa Timur.
